
"Siapa yang pertama kali Membuat tulisan?"
Seorang sahabat bertanya dalam sebuah komentar dalam postingan Membaca dan Menulis bagai 2 Mata Sisi Uang. "Siapa yang pertama kali membuat tulisan?" Jujur saya tertarik dengan pertanyaan tersebut, karena saya yakin sesulit apapun setiap ada pertanyaan pasti ada jawaban. Kira-kira begitu hadits golernya :D.
"Jujur saya tertarik dengan pertanyaan tersebut, karena saya yakin sesulit apapun setiap ada pertanyaan pasti ada jawaban. Kira-kira begitu hadits golernya"
Tapi disini saya tidak akan memberikan jawaban. Karena saya tahu betul pertanyaan itu untuk siapa? Saya hanya akan mengomentari dan beropini.
Kalau bicara mengenai tulisan maka kita dituntun untuk membuka "Sejarah". Seperti kita ketahui sejarah adalah jaman dimana sudah mengenal tulisan. Tulisan adalah bukti sejarah yang paling otentik. Maka kita harus membaca artikelnya terlebih dahulu Om Wiki akan memberitahu Anda Sejarah Huruf.
Masih belum cukup, baca juga Pertama Kali Bahasa di Temukan. Ada lagi, Siapa manusia pertama kali yang membuat tulisan
Jika kita sudah membaca artikel-artikel diatas maka sedikit bisa kita simpulkan. Ada berbagai versi, antar satu versi dengan versi lainnya sangat berbeda. Maka disitu terkadang saya merasa bingung
. Mana yang harus kupilih hehe
. Mana yang harus kupilih hehe
Jika saya juga membuat pertanyaan serupa. "Siapa yang pertama kali menemukan kata "Gokil, Koplak, Cuco" dan lain sebagainya?. Menurut saya itu adalah hasil budaya antara beberapa orang yang tinggal dalam suatu lingkungan yang sama. Hanya saja orang tersebut tidak mempatenkan namanya ke pihak Dirjen Kekayaan Hak Intelektual karena telah menemukan kata-kata tersebut.
Ada pelajaran penting lainnya seperti yang sudah saya tulis dipostingan sebelumnya. Jika kita ingin dikenal sejarah maka menulis adalah solusinya. Orang lain akan mengenal kita jika tulisan kita dibaca oleh mereka. Seperti halnya para Imam besar seperti Imam Syafi'i, Imam Maliki, dan dua Imam lainnya. Kita bisa mengenal mereka dengan karya spekatakulernya. Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian. Nun, Walqolami wamaa yasturun.
The last, saya pikir seorang ahli sejarah sekalipun akan merasa kesulitan menjawab hal itu. Karena kebenaran hanya Milik Allah. Nah, sepantasnya kita kembalikan kepada Firman Allah SWT.

Mohon maaf apabila tidak menjawab pertanyaannya. Kalo antum udah dapet kasih tau ane ya. Saya ucapkan terima kasih atas komentarnya.